Peringatan Resmi dari Pemerintah Tiongkok
Pemerintah Tiongkok baru-baru ini mengeluarkan peringatan keras mengenai risiko yang timbul dari proyek kripto yang mengoleksi data biometrik, khususnya pemindaian iris mata. Aktivitas semacam itu dipandang sebagai ancaman serius bagi privasi warga dan keamanan nasional.
Pernyataan Kementerian Keamanan Negara
Dalam buletin publik yang dirilis Rabu (6/8), Kementerian Keamanan Negara (MSS) menyoroti bahaya penggunaan teknologi biometrik di ekosistem aset digital global. Menurut MSS, pengumpulan data iris, wajah, maupun sidik jari oleh sejumlah entitas kripto berpotensi dimanfaatkan oleh intelijen asing—mulai dari penyusupan hingga kegiatan spionase.
Worldcoin Disinyalir Jadi Sorotan
Meski tidak disebut nama, pernyataan MSS selaras dengan praktik proyek identitas digital Worldcoin, yang mendistribusikan token setelah melakukan pemindaian iris pengguna. Worldcoin—diprakarsai Sam Altman—mengklaim beroperasi di lebih dari 160 negara, namun Tiongkok bukan salah satunya.
Risiko Kebocoran Data Iris
MSS menekankan data iris hampir mustahil diganti jika bocor, tidak seperti kata sandi atau KTP. Kebocoran bersifat permanen, sehingga data tersebut dapat dimanipulasi untuk mengakses area atau lembaga strategis.
Kontroversi Global Worldcoin
Worldcoin sebelumnya menuai kritik di Kenya, Argentina, India, dan sejumlah negara Eropa atas praktik pengumpulan biometrik. Kasus Tiongkok menambah daftar panjang pertanyaan tentang kontrol data dan transparansi proyek-proyek identitas digital terdesentralisasi.
Privasi Digital Menjadi Isu Geopolitik
Peringatan dari MSS menegaskan privasi digital telah melampaui ranah teknologi dan keuangan, masuk ke geopolitik dan pertahanan. Tiongkok tampak berupaya mengendalikan arus teknologi asing yang menyentuh data sensitif warganya.
Kesimpulan
Proyek kripto yang mengandalkan pemindaian iris, seperti Worldcoin, kini tak hanya berhadapan dengan regulasi keuangan, tetapi juga isu keamanan nasional. Peringatan resmi Tiongkok menambah tekanan agar praktik pengumpulan biometrik di industri blockchain lebih transparan dan aman. Pertanyaannya: bisakah inovasi identitas terdesentralisasi berjalan seiring proteksi data pribadi?

