Bitcoin, sebagai aset kripto utama, menunjukkan ketahanan yang signifikan dalam beberapa hari terakhir dengan tetap bertahan di atas level dukungan krusial $100.000. Hal ini terjadi meskipun pasar mengalami volatilitas tinggi, mencerminkan kekuatan fundamental yang dimiliki oleh Bitcoin. Banyak pihak yang menganggap situasi ini sebagai fase bearish, namun justru mengindikasikan adanya dukungan struktural yang kuat di pasar.
Pada 11 November 2025, harga Bitcoin tercatat berada di level $105,904 atau setara dengan Rp1.776.720.654, mengalami kenaikan tipis sebesar 0,61% dalam 24 jam terakhir. Selama periode ini, Bitcoin menyentuh level terendahnya di Rp1.755.077.265 dan harga tertingginya di Rp1.796.016.001. Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp35.530 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang turun 4% menjadi Rp1.099 triliun.
Rasio Laba/Rugi Realisasi, yang mengukur profitabilitas bersih investor, mendukung interpretasi optimistis ini. Rata-rata pergerakan sederhana (SMA) 90 hari saat ini berada di angka 9,1, mencerminkan penurunan moderat dari puncaknya pada Juli. Meski demikian, tingkat laba masih lebih dari dua kali lipat dibanding fase bearish pertengahan siklus sebelumnya, saat rasio ini turun hingga 3,4.
Hal ini menunjukkan bahwa investor tidak berada dalam kondisi panik, dan penurunan harga baru-baru ini lebih dipicu oleh aksi ambil untung ringan daripada kepasrahan pasar. Tingkat profitabilitas yang tetap tinggi di antara para pemegang Bitcoin mengindikasikan keyakinan terhadap prospek jangka panjang aset ini.
Data on-chain juga menyoroti peran investor besar (whale) dalam memperkuat momentum bullish. Investor dengan kepemilikan besar memanfaatkan pelemahan harga untuk akumulasi. Alamat dompet yang memegang antara 10.000 hingga 100.000 BTC tercatat membeli lebih dari 300.000 BTC minggu ini, setelah harga sempat menyentuh $101.000.
Aksi akumulasi senilai hampir $32 miliar ini mencerminkan keyakinan tinggi dari pemegang berskala besar. Aktivitas pembelian mereka turut mendorong pemulihan harga Bitcoin melewati angka $105.000, memperkuat potensi tren kenaikan lanjutan.
Per 10 November, Bitcoin sempat diperdagangkan di level $106.148, berada nyaman di atas level dukungan $105.085. Lonjakan harga yang didorong oleh aksi beli investor besar (whale) telah mendorong BTC melewati batas resistensi psikologis penting, menandakan kembalinya optimisme investor.
Dengan membaiknya sentimen pasar dan meningkatnya akumulasi dari institusi, Bitcoin berpotensi melanjutkan reli menuju $108.000 dan kemungkinan menguji kembali level $110.000 dalam beberapa hari ke depan. Permintaan yang berkelanjutan serta kondisi makro yang stabil akan semakin memperkuat momentum ini.
Namun, jika para trader jangka pendek kembali mengambil keuntungan, harga Bitcoin berisiko turun di bawah $105.000. Dalam skenario ini, BTC bisa menguji ulang level dukungan di $101.477, yang berpotensi menghentikan sementara tren bullish-nya.
Bitcoin terus menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah volatilitas pasar, didukung oleh fundamental yang solid dan aksi akumulasi dari investor besar. Meskipun ada risiko penurunan harga, prospek jangka panjang Bitcoin tetap optimis dengan potensi kenaikan lebih lanjut. Investor disarankan untuk tetap waspada dan melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.
*Disclaimer: Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.*

